Kendari – Bhayangkari Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan 150 paket bantuan bagi para korban banjir di wilayah Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa (12/5/2026).
Ketua Bhayangkari Sultra Luciana Gidion saat ditemui mengatakan bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan kepada warga yang terdampak bencana banjir di kawasan bantaran Kali Wanggu.
Bantuan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok serta perlengkapan tidur.
“Kami memberikan bantuan kepada korban banjir. Semoga masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan bencana banjir ini cepat berakhir,” kata Luciana Gidion saat mengunjungi para warga yang terdampak banjir.
Dia menyebutkan bantuan yang didistribusikan mencapai 150 paket, terdiri atas peralatan mandi, kasur, tikar, serta paket sembako.
Dia berharap dukungan ini dapat meringankan beban ekonomi, sekaligus memberikan penguatan moral bagi warga yang tengah menghadapi musibah.
Sementara itu salah seorang warga yang terdampak, Rosdia mengapresiasi gerak cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran Bhayangkari serta personel Polda Sutra.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian Bhayangkari serta personel Polda Sultra kepada warga yang terdampak banjir di sekitar Kali Wanggu,” ucap Rosdia.
Sebelumnya, pada Senin (11/5/2026), Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan menyalurkan bantuan sebanyak 200 paket sembako kepada warga terdampak banjir akibat luapan Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
selain bantuan logistik, pihaknya juga mengerahkan personel dan fasilitas pendukung untuk meringankan beban masyarakat yang masih bertahan di pengungsian.
“Kami menyalurkan paket sembako dan mengirimkan tim kesehatan untuk mengecek kondisi warga di lokasi pengungsian secara berkala,” ujar Gidion Arif saat melakukan kunjungan di lokasi banjir Kali Wanggu Kendari.
Dalam penanganan banjir di Kota Kendari, Polda Sultra menerjunkan sedikitnya 150 personel. Gidion Arif menegaskan bahwa pengaturan operasional personel dilakukan secara bergantian agar penanganan tetap optimal mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.
“Personel kami siagakan penuh, namun tetap dilakukan pengaturan agar petugas tidak mengalami kelelahan di lapangan,” ungkapnya.






