BAUBAU, Pelitasultra.com – Organisasi masyarakat Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra) DPW Kepulauan Buton mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan memeriksa sekelompok orang yang diduga mencoba mendirikan struktur pemerintahan fiktif di wilayah Kota Bau-Bau.
Kelompok tersebut diketahui memasang spanduk bertuliskan “Kantor dan Rumah Jabatan Ketua Badan Kehormatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Bau-Bau”.
Selain itu, dokumen atau surat mengatasnamakan “Sultan Buton” kepada pihak luar negeri serta video sudah tersebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.
“Ini bukan persoalan sepele. Ini adalah upaya nyata membentuk kekuasaan tandingan yang bisa menyesatkan masyarakat dan memecah belah persatuan di Bau-Bau dan dapat mengganggu Kamtibnas di kota Bau-bau. Negara tidak boleh membiarkannya,” tegas Andi Putra, Ketua AMBA Sultra DPW Kepulauan Buton, Sabtu (21/6/2025).
AMBA Sultra menilai langkah kelompok tersebut mengarah pada skenario manipulatif dan provokatif dan jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan sosial di masyarakat, munculnya klaim jabatan dan wilayah yang tak berdasar hukum, bahkan konflik horizontal antarwarga yang berbeda pandangan.
“Tindakan-tindakan seperti ini tidak bisa dianggap ekspresi biasa. Ini bisa jadi awal dari kekacauan,” tambah Andi.
Untuk itu, AMBA Sultra secara resmi menyerukan kepada pihak Kepolisian dan Pemerintah Kota Bau-Bau, untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku-pelaku yang terlibat, menertibkan atribut pemerintahan fiktif tersebut, dan memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan opini publik.
“Kami bukan melawan sesama anak bangsa, tapi melawan segala bentuk kebohongan yang bisa merusak bangsa ini dari dalam,” tambah Andi. (km)






