Kendari – Penggunaan media sosial sebagai sarana mengekspresikan diri kini semakin meluas. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah kebiasaan oversharing atau membagikan informasi secara berlebihan.
Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Nisrina Hamid, mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan bahwa tidak semua hal bisa disampaikan ke ruang publik, terutama yang berkaitan dengan kehidupan pribadi.
“Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa disampaikan, apalagi menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan personal kita. Ini penting untuk dipahami agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari,” ujarnya.
Menurutnya, banyak orang memahami media sosial sebagai alat individu untuk mengaktualisasikan diri. Hal tersebut memang tidak salah, namun perlu disertai dengan kesadaran akan batasan. Mengunggah terlalu banyak informasi pribadi justru dapat membuka peluang bagi pihak lain untuk menyalahgunakannya.
Ia juga menambahkan bahwa pengguna media sosial perlu memiliki kontrol diri dalam menentukan apa yang layak dibagikan. Informasi seperti lokasi terkini, masalah keluarga, hingga data pribadi sebaiknya tidak diumbar secara bebas.
“Media sosial memang ruang untuk berekspresi, tetapi bukan berarti semua aspek kehidupan harus dipublikasikan. Kita tetap harus menjaga privasi,” tambahnya.
Dengan meningkatnya literasi digital, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, tidak hanya sebagai sarana aktualisasi diri, tetapi juga sebagai ruang yang aman dan bertanggung jawab. (rri)






