KENDARI, Pelitasultra.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara hingga Ormas Islam dan tokoh agama menyerukan masyarakat khususnya mahasiswa agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan massa aksi lain yang mencoba melakukan pengrusakan kantor maupun fasilitas umum.
Hal itu mereka sampaikan menyikapi sejumlah aksi anarkis yang terjadi di sejumlah daerah seperti di Jakarta dan Makassar pada 28 dan 29 Agustus 2025 lalu.
Ketua MUI Sultra, Drs. K.H Mursidin, MHI, Sabtu (30/8/2025) mengimbau seluruh masyarakat terutama di wilayah Sultra untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dan jangan mudah terprovokasi oleh isu yang menyesatkan yang dapat menimbulkan pertikaian dan perpecahan diantara kita.
“Untuk itu mari kita saling menghargai, menghormati dan saling menyayangi diantara kita, dengan kepedulian seperti itu insya Allah salah satu bentuk amal saleh yang dapat mewujudkan keberkahan diantara kita,” tuturnya.
Senada disampaikan ketua PWNU Sultra, H. Muslim agar massa aksi di Sultra terutama mahasiswa tidak terpancing, terprovokasi dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh oknum yang menyampaikan aspirasi dengan tindak kekerasan dan pengrusakan.
Menurutnya, bahwa penyampaian aspirasi adalah wajar dan itu merupakan hak bagi kita, namun harusnya dilakukan dengan etika, tata krama penuh dengan kesopanan dengan satu itikad aspirasi tersalurkan namun kondisi keamanan dan keterrtiban di Sultra tetap terkendali.
“Mari kita bijak jangan ada bentrokan dengan penyampaia aspirasi dan penjaga keamanan,” imbaunya.
Himbauan yang sama disampaikan Rihamadi, salah satu pemuka agama di Sultra. Dia mengajak seluruh umat beragama dan masyarakat Sultra agar tetap menjaga kebersamaan dan keamanan secara bersama-sama.
Selain itu tidak ikut-ikutan melakukan aksi anarkis seperti yang terjadi di beberapa daerah.
“Masyarakat kita untuk jangan terpengaruh dan terbawa arus, ikut-ikutan melakukan pengrusakan. Kita percayakan kepada pemimpin kita Gubernur, Kapolda dan Danrem dan mari bersama-sama kita membantu, jangan ada kejadian perusakan,” jelasnya. (pl)






