Pemkot Kendari Siapkan Kendaraan Listrik untuk ASN, Bisa Hemat Rp 100 Setahun

Pemerintah Kota Kendari berencana mengadopsi kendaraan listrik sebagai operasional ASN, berpotensi hemat anggaran hingga Rp100 juta setahun dan mendukung lingkungan. (©AntaraNews)

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari berencana mengadopsi kendaraan listrik sebagai operasional ASN, berpotensi hemat anggaran hingga Rp100 juta setahun dan mendukung lingkungan.

Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tengah merencanakan langkah signifikan untuk efisiensi anggaran operasional dengan mengadopsi kendaraan listrik bagi aparatur sipil negara (ASN). Inisiatif ini digagas untuk memangkas pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani kas daerah.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, pada Selasa sore (4/11), mengungkapkan bahwa penggunaan kendaraan listrik dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional. Diskusi intensif sedang berlangsung dengan Wali Kota untuk merealisasikan program inovatif ini dalam waktu dekat.

Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada penghematan finansial, tetapi juga selaras dengan komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan dan penggunaan energi terbarukan. Kendaraan listrik diharapkan menjadi solusi modern untuk operasional ASN yang lebih ramah lingkungan.

Potensi Penghematan Anggaran Signifikan

Pemkot Kendari menargetkan penghematan anggaran operasional yang substansial melalui transisi ke kendaraan listrik. Wakil Wali Kota Sudirman menjelaskan bahwa kendaraan listrik memiliki potensi menghemat biaya bahan bakar lebih dari 70 persen.

Sebagai perbandingan, biaya bahan bakar untuk ASN di Pemkot Kendari saat ini berkisar antara Rp300 juta sampai dengan Rp500 juta per tahun. Dengan adopsi kendaraan listrik, biaya ini diperkirakan dapat terpangkas hingga Rp100 juta setiap tahunnya, menunjukkan efisiensi yang luar biasa.

Sudirman menambahkan, “Cukup satu kali charger satu jam bisa dipakai satu minggu.” Pernyataan ini menyoroti kemudahan dan efisiensi pengisian daya kendaraan listrik. Pengisian daya juga dapat dilakukan di kantor, memudahkan para pegawai dan ASN.

Dukungan untuk Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Inisiatif penggunaan kendaraan listrik oleh Pemkot Kendari ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan kota. Kendaraan listrik menggunakan energi terbarukan, bukan bahan bakar minyak, sehingga mengurangi emisi karbon dan dampak negatif terhadap lingkungan.

Visi misi Kota Kendari yang mengutamakan pembangunan berkelanjutan dan penggunaan energi terbarukan menjadi landasan kuat bagi program ini. Penggunaan kendaraan listrik merupakan manifestasi nyata dari komitmen tersebut.

Selain itu, Pemkot Kendari juga mengapresiasi hadirnya bengkel kendaraan listrik di Kendari. Keberadaan produsen lokal ini membuka peluang kolaborasi antara swasta dan pemerintah kota untuk mewujudkan pembangunan daerah melalui inovasi teknologi yang ramah lingkungan.

Inovasi dan Dampak Sosial Ekonomi Lokal

Investasi di bidang industri kendaraan listrik di Kendari tidak hanya membawa manfaat lingkungan, tetapi juga dampak sosial ekonomi yang positif. Sudirman menyebutkan bahwa hadirnya produsen kendaraan listrik dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Inisiatif ini juga berpotensi memfasilitasi transfer teknologi yang ramah lingkungan ke daerah. Hal ini akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam mengelola dan mengembangkan teknologi masa depan.

Wakil Wali Kota Sudirman berharap masyarakat dapat turut serta menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari demi efisiensi. “Ini adalah bentuk kemajuan yang menambah nilai ekonomi dan memperkuat daya saing kota menuju era industri hijau menjadi kota modern,” ujarnya, menegaskan tujuan jangka panjang program ini. (merdeka.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *