KONAWE – PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani terdaftar dalam rangka menyambut musim tanam.
Hal ini disampaikan General Manager Regional 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani saat mendampingi kunjungan kerja Dewan Komisaris PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Wisnu menyampaikan Regional 4 Pupuk Indonesia merupakan garda terdepan penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk di Konawe.
“Kami ingin memastikan pupuk bersubsidi tersedia cukup dan tersalurkan sesuai kebutuhan petani terdaftar sesuai dengan aturan pemerintah,” kata Wisnu dalam keterangannya, Sabtu (20/9).
Kunjungan kerja Komisaris Pupuk Kaltim yang diwakili Andhi Nirwanto dan H. Azis Samual dilakukan di dua lokasi, yaitu Desa Bendewuta, Kecamatan Wonggeduku dan Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan langsung penyaluran pupuk bersubsidi serta menyerap aspirasi dari petani terkait ketersediaan dan distribusi pupuk.
Berdasarkan data per 16 September 2025, Pupuk Indonesia menyediakan stok pupuk bersubsidi di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 11.384 ton yang dapat dimanfaatkan petani terdaftar.
Adapun perinciannya, yakni 6.657 ton Urea, 4.037 ton NPK Phonska, 625 ton NPK Kakao, dan 65 ton Organik.
“Dengan stok ini, kami optimistis dapat menjaga kelancaran penyaluran hingga akhir tahun, sekaligus mendukung petani dalam menghadapi musim tanam,” tambah Wisnu.
Dari sisi penyaluran, Wisnu mengungkapkan Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan sebesar 58.711 ton atau setara 56 persen dari alokasi sebesar 105.363 ton per 15 September 2025.
Perinciannya pupuk yang tersalurkan ke petani terdaftar, yaitu Urea 21.043 ton, NPK Phonska 33.432 ton, NPK Kakao 4.201 ton, dan Organik 35 ton.
Pada kesempatan ini, Wisnu mengajak kepada seluruh petani terdaftar di Sultra untuk segera menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Dia menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan dengan pemerintah daerah serta kios dalam menjaga kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi sebagai upaya mendukung program swasembada pangan.
Wisnu menambahkan kunjungan kerja serta monitoring langsung Dewan Komisaris memberi penguatan bagi kami di lapangan untuk terus menjaga integritas penyaluran pupuk bersubsidi.
“Dengan pengawasan yang kuat, kami yakin petani semakin percaya bahwa pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” tegas Wisnu.
Komisaris Utama Pupuk Kaltim Andhi Nirwanto menyampaikan kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan untuk memastikan penyaluran pupuk berjalan baik.
Kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara ini menegaskan komitmen Pupuk Indonesia Grup untuk selalu hadir mendukung petani melalui ketersediaan pupuk bersubsidi. (jpnn)






