Waspada Virus Nipah di Sultra

Gambar ilustrasi, sumber : vietnam.vn

Kendari – Badan Karantina Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah yang tengah menjadi perhatian kawasan Asia.

Ketua Tim Karantina Hewan Badan Karantina Sultra, drh Niclah Rifqiyah M.Sc, kepada RRI menjelaskan  virus Nipah disebabkan hewan  kelelawar dan termasuk penyakit menular zoonosis yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Virus dapat menular ke manusia terutama melalui perantara babi, Kuda, Anjing  yang terinfeksi, atau konsumsi makanan/minuman (seperti nira) yang tercemar air liur/urin kelelawar.

Virus Nipah menyebar melalui beberapa cara, antara lain kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar buah, terkontaminasi melalui verses , urine serta sisa makanan kelelawar.

“Manusia bisa terkontaminasi baik dari fesesnya, urinenya serta sisa makanan kelelawar,” jelas drh Niclah.

Kawasan Asia kini berada dalam status waspada penuh menyusul laporan penyebaran virus Nipah di India. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat fatalitas virus ini mencapai 40% hingga 75%, yang memicu berbagai negara memperketat protokol kesehatan termasuk negara Indonesia .

Gejala yang muncul pada penderita virus Nipah jika terkontaminasi pada manusia dapat menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, sesak nafas dan sakit tenggorokan. yang bisa muncul pada hari keempat hingga ke-14 setelah terpapar.

Hingga saat ini, belum ada kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun penelitian telah menemukan adanya virus ini pada kelelawar buah di beberapa negara seperti negara Bangladesh , Malaysia dan Singapura . Pemerintah, melalui Kemenkes, meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko masuknya penyakit seperti Virus Nipah dengan memperketat pengawasan di pintu masuk negara. (rri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *