KENDARI – Didik Agung Widjanarko resmi berpamitan kepada seluruh jajaran Polda Sultra dalam kegiatan farewell yang berlangsung di Aula Dhalas, Jumat (8/5/2026).
Hal itu, setelah mantan Kapolda Sultra itu memasuki masa purna tugas.
Acara perpisahan tersebut dihadiri Wakapolda Sultra Gidion Arif Setyawan, Irwasda Johanes Pangihutan Siboro, para pejabat utama, Kapolres jajaran, serta seluruh personel Polda Sultra.
Dalam sambutannya, Irjen Didik mengungkapkan bahwa masa pengabdiannya di Sulawesi Tenggara sejak Mei 2025 hingga April 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga dan penuh makna. Ia mengaku banyak mendapatkan pelajaran, kebersamaan, serta dukungan dari seluruh personel dan masyarakat.
“Sulawesi Tenggara memberikan banyak pengalaman berharga. Saya merasakan kebersamaan dan semangat pengabdian yang luar biasa dari seluruh personel,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung berbagai dinamika kamtibmas yang dihadapi selama masa kepemimpinannya. Namun menurutnya, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui berkat soliditas dan dedikasi jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Irjen Didik turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel atas kerja keras dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam bidang penegakan hukum, ia menegaskan komitmen kuat Polda Sultra dalam pemberantasan narkotika. Selama masa jabatannya, berbagai kasus berhasil diungkap dengan barang bukti sabu mencapai 43.965,16 gram dan ganja sebanyak 1.037,83 gram.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata keseriusan institusi dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Di akhir sambutannya, Irjen Didik berharap kebersamaan dan soliditas yang telah terbangun dapat terus dijaga untuk mendukung kepemimpinan Kapolda yang baru. Ia juga berpesan agar tali silaturahmi tetap terjalin meski dirinya tidak lagi menjabat.
“Kebersamaan ini semoga tetap terjaga. Teruslah memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya. (ps)






