Temui Jokowi di Solo Mantan Gubernur Sultra Nur Alam Gabung PSI

Pertemuan eks Gubernur Sultra dengan Jokowi - (dari kiri ke kanan) Radhan Nur Alam, Nur Alam, Joko Widodo dan Sitya Giona Nur Alam saat melakukan pertemuan di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/2026).

JAKARTA – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membuka arah langkah perpolitikan mantan kepala daerah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Nur Alam tak menampik kemungkinan dirinya merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kedekatannya dengan sosok mantan presiden ini menjadi salah satu alasan kuat ketertarikannya bergabung bersama partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut.

“Soal peluang saya ikut PSI sangat terbuka karena Jokowi sudah punya partai yaitu PSI,” ujar Nur Alam saat memberikan keterangan, Kamis (18/6/2026).

Kendati demikian, langkah untuk berseragam PSI belum bersifat final. Nur Alam menyadari ada sejumlah tahapan formal yang wajib diselesaikan terlebih dahulu sebelum pengumuman resmi dikeluarkan ke publik.

“Proses administrasi kepartaian masih perlu ada proses lebih lanjut sesuai mekanisme kepartaian,” paparnya.

Selain membahas urusan politik, lawatan ini juga bernuansa kekeluargaan. Gubernur Sultra periode 2008-2018 tersebut membawa serta kedua anaknya, Sitya Giona dan Radhan. Kesempatan emas ini sengaja dimanfaatkan untuk mengenalkan sang buah hati ke lingkungan pergaulan yang lebih luas.

“Mereka anak-anak saya ajak silaturahmi agar bisa memperluas jaringan pergaulan,” urainya.

Suasana keakraban semakin kental saat keduanya asyik bernostalgia. Nur Alam dan Jokowi kembali mengenang momen bersejarah saat mantan pemimpin negara tersebut menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Bumi Anoa. Percakapan santai itu mengingatkan mereka pada berbagai gagasan pembangunan daerah di masa lampau.

“Ngobrol santai saja mengenang saat Jokowi berkunjung pertama ke Sultra waktu kami berdiri malam-malam berdua di Pelabuhan Samudera sambil saya usulkan Jembatan Teluk dan Pelabuhan Konteiner,” kenangnya. (gonews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *