11 Pendulang Emas Tewas Dibantai KKB, Dua Diantaranya Warga Sultra

KKB Bunuh 16 Pendulang Emas, 9 Jasad Berhasil Ditemukan dengan Kondisi Mengenaskan

Jakarta – Tim gabungan TNI-Polri akhirnya menemukan 11 jenazah pendulang emas korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Proses evakuasi berlangsung pada Sabtu (12/4/2025).

“11 jenazah sudah ditemukan, di mana 4 jenazah pendulang telah dievakuasi dan 7 jenazah lainnya hari ini dievakuasi lagi ke Dekai, Kabupaten Yahukimo,” ujar Kepala Operasi Satuan Tugas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu sore.

Berikut rincian lokasi penemuan jenazah dan status evakuasi:

  • Satu jenazah ditemukan di Kabupaten Pegunungan Bintang dan telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Boven Digoel.
  • Dua jenazah ditemukan di lokasi penambangan 22 dan telah dievakuasi ke RSUD Dekai.
  • Satu jenazah ditemukan di Muara Kum dan telah dievakuasi ke RSUD Dekai.
  • Lima jenazah ditemukan di dua titik berbeda di Kampung Bingki. Proses evakuasi dijadwalkan berlangsung hari ini.
  • Dua jenazah ditemukan di Tanjung Pamali. Tim evakuasi bermalam di lokasi dan dijadwalkan melakukan evakuasi hari ini.

Selain menemukan jenazah para korban, aparat gabungan juga berhasil mengevakuasi sepasang suami istri, yakni Kepala Dusun Muara Kum, Daniel Nabyal, dan istrinya Makdalena Olovia Masela.

Keduanya sempat disandera selama dua hari oleh KKB.

“Kedua pasutri ini dilepas setelah dua hari disandera, karena Daniel, pemilik dusun merupakan orang asli Yahukimo,” jelas Faizal.

Pasangan suami istri itu telah dibawa ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (6/4/2025) dan Senin (7/4/2025), KKB melakukan serangkaian penyerangan brutal terhadap para pendulang emas di sejumlah lokasi penambangan di sepanjang Sungai Silet, Kabupaten Yahukimo.

Akibat serangan tersebut, ratusan pendulang emas terpaksa menyelamatkan diri ke Distrik Koroway, Kabupaten Asmat, dan sebagian lainnya ke Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Sementara itu dua warga Sultra yang menjadi korban pembantaian KKB yaitu Yudha dan Riki. Keduanya adalah warga Desa Puday, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe.

Siswanto, salah satu keluarga korban mengaku, keluarga lebih dulu mendengar kematian Yudha, setelah itu adiknya yang juga dilaporkan meninggal dunia.

“Keluarga yang di Papua sudah konfirmasi bahwa keduanya meninggal dunia. Terakhir, jenazah masih proses evakuasi, karena masih ada kontak senjata di sana,” tuturnya.

Pihak keluarga berharap, jenazah kedua korban bisa segera dievakuasi dan dibawa ke kampung halamannya di Desa Puday, Konawe untuk dimakamkan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *